Waliqutub masyhur dari gresik, yakni habi abu bakar bin muhammad assegaf mempunyai seorang putra yang menjadi pegambus terbaik tanah air pada . Cucu dari al quthub al habib abu bakar bin muhammad assegaf gresik. Habib abu bakar bin muhammad assegaf gresik adalah sosok wali qutub yang luar biasa. Dikarenakan hatimu yang bersih ini adminunggah kembali kenangan dua cucu Rasulullah yang majdub saat moment di majelis Al Habib abu bakar AZ Zabidi Depok full sahabat PEMBACAAN MAULID PADA ACARA HAUL AL HABIB ABU BAKAR ASSEGAF GRESIK. 00:00. Beliauadalah cucu wali qutub habib abu bakar bin muhammad assegaf gresik. Jangan meniru wali majdub habib abu bakar assegaf gresik pesan kyai nyeleneh yang tidur sambil duduk. Beliau adalah masih keturunan habib abu bakar assegaf salah seorang waliyullah yang makamnya ada di masjid jami' gresik. Habib Abu Bakar Assegaf Majadzub - Al Habib Diantaranya habib muhammad bin ali, cucu habib habib abu bakar assegaf. Setelah salat duhur berjamaah di masjid jamik gresik, . Makam sang kakek yang berada di gresik sangat lah ramai . Dan puluhan keanehannya selalu membawa berkah. Mengenal Habib Abu Bakar Bin Umar Assegaf Wali Qutb Dari Gresik from iqra.id F1WcGZ. Galeri Kitab Kuning Al-Habib Al-Qutub Abubakar Bin Muhammad Assegaf, merupakan satu diantara ulama dan habaib yang menyandang kewalian asal Gresik, Jawa Timur ini menjadi salah satu ulama yang sangat dihormati di Indonesia. Haulnya yang diadakan tiap tahun selalu dihadiri puluhan ribu masyarakat dari berbagai wilayah baik dari dalam negeri hingga luar sejarah hidup Ulama yang juga dikenal sebagai penyusun Sholawat Qomarul Wujud tersebut? simak ulasan sejarahnya berikut Juga Teks Sholawat Qomarul Wujud-Habib Abu Bakar Bin Muhammad Assegaf-Arab latin dan ArtinyaSejarah al-Habib al-Qutub Abu Bakar bin Muhammad AssegafAl-Habib Al-Qutub Abubakar bin Muhammad Assegaf lahir di kota Besuki, Jawa Timur, pada tahun 1285 H. Semenjak kecil beliau sudah ditinggal oleh ayahnya yang wafat di kota tahun 1293 H, Habib Abubakar kemudian berangkat ke Hadramaut karena memenuhi permintaan nenek beliau, Syaikhah Fatimah binti Abdullah ' berangkat kesana ditemani dengan Al-Mukarram Muhammad disana, beliau disambut oleh paman, sekaligus juga gurunya, yaitu Abdullah bin Umar Assegaf, beserta beliau tinggal di kediaman Al-Arif Billah Al-Habib Syeikh bin Umar bin Saggaf Pendidikan Habib Abu Bakar bin Muhammad AssegafSaat berada di kota Seiwun beliau belajar ilmu figih dan tasawuf kepada pamannya Al-Habib Abdullah bin Umar Assegaf. Hiduplah beliau dibawah bimbingan gurunya Juga Profil dan Biografi Singkat Prof. Quraish Shihab, Keturunan Nabi Yang Tidak Dipanggil HabibBahkan beliau dibiasakan oleh gurunya untuk bangun malam dan shalat tahajud meskipun usia beliau masih Abu Bakar bin Muhammad AssegafSelain berguru kepada pamannya, beliau juga mengambil ilmu dari para ulama besar yang ada disana. Diantara guru-guru beliau disana antara lain 1. Al-Habib Al-Qhutb Sulthanul Awliya Ali bin Muhammad Alhabsyi, penyusun kitab maulid “Simthud Duhror”. 2. Al-Habib Muhammad bin Ali Assegaf3. Al-Habib Idrus bin Umar Alhabsyi4. Al-Habib Ahmad bin Hasan Alatas5. Al-Habib Al-Imam Abdurrahman bin Muhammad Almasyhur Mufti Hadramaut saat itu.6. Al-Habib Syeikh bin Idrus AlaydrusGuru beliau, yakni Al-Habib Al-Qutub Ali bin Muhamad Al Habsyi muallif Simtud Dhuror, telah melihat tanda-tanda kebesaran dalam diri muridnya, yakni Habib Abubakar dan akan menjadi seorang yang mempunyai kedudukan yang Juga Biografi Habib Salim Bin Abdullah Assyathiri - Sulton Ilmi - Dari Tarim YamanAl-Habib Ali Alhabsyi berkata kepada seorang muridnya, "Lihatlah mereka itu, 3 wali min auliyaillah, nama mereka sama, keadaan mereka sama, dan kedudukan mereka sama. Yang pertama, sudah berada di alam barzakh, yaitu Al-Habib Al-Qutub Abubakar bin Abdullah Alaydrus. Yang kedua, engkau sudah pernah melihatnya pada saat engkau masih kecil, yaitu Al-Habib Al-Qutub Abubakar bin Abdullah Alatas. Dan yang ketiga, engkau akan melihatnya di akhir umurmu". Mereka mencapai tingkatan maqam Sayidina Abu Bakar Rasulullah usia murid tersebut sudah menginjak usia senja, ia bermimpi melihat Nabi SAW 5 kali dalam waktu 5 malam mimpinya itu, Nabi SAW berkata kepadanya, "terdapat kebenaran bagi yang melihatku di setiap kali melihat. Kami telah hadapkan kepadamu cucu yang sholeh, yaitu Abubakar bin Muhammad Assegaf. Perhatikanlah ia".Baca Juga Biografi Habib Zain Bin Ibrahim Bin Smith - MadinahMurid tersebut sebelumnya belum pernah melihat Habib Abubakar, kecuali di mimpinya itu. Setelah itu ingatlah ia dengan perkataan gurunya, Al-Habib Ali Alhabsyi, "Lihatlah mereka itu, 3 wali min auliyaillah...". Tidak lama setelah kejadian mimpinya itu, ia pun meninggal dunia, persis sebagaimana yang diisyaratkan oleh Al-Habib Ali bahwa ia akan melihat Habib Abubakar di akhir Ke Indonesia dan Memulai DakwahSetelah menuntut ilmu disana, pada tahun 1302 H beliau pun akhirnya kembali ke pulau Jawa bersama Habib Alwi bin Saggaf Assegaf, dan menuju kota Juga Biografi Maulana Habib Luthfi Bin Yahya PekalonganDisinilah beliau mulai mensyiarkan dakwah Islamiyyah di kalangan masyarakat. Kemudian pada tahun 1305 H, disaat usia beliau masih 20 tahun, beliau pindah menuju kota pulau Jawa, beliaupun masih aktif mengambil ilmu dan manfaat dari ulama-ulama yang ada disana saat itu, diantaranya yaitu 1. Al-Habib Quthb Aqthab Abdullah bin Muhsin Alatas Bogor2. Al-Habib Quthb Abdullah bin Ali Alhaddad wafat di Jombang3. Al-Habib Sulthanul Awliya Ahmad bin Abdullah bin Thalib Alatas Pekalongan4. Al-Habib Al-Qhutub Ghauts Abubakar bin Umar Bin Yahya Surabaya5. Al-Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi Surabaya6. Al-Habib Muhammad bin Ahmad Almuhdhor wafat di SurabayaPada suatu hari disaat menunaikan shalat Jum'at, datanglah ilhaamat rabbaniyyah kepada diri beliau untuk ber- uzlah dan mengasingkan diri dari keramaian duniawi dan godaannya, menghadap kebesaran Ilahiah, ber-tawajjuh kepada Sang Pencipta Alam, dan menyebut keagungan nama-Nya di dalam keheningan. Hal tersebut beliau lakukan dengan penuh kesabaran dan pun berjalan demi waktu, sehingga tak terasa sudah sampai 15 tahun pun akhirnya mendapatkan ijin untuk keluar dari uzlahnya, melalui isyarat dari guru beliau, yaitu Al-Habib Muhammad bin Idrus Juga Habib Umar bin Hafidz - Sosok Ulama Tarim, Hadramaut YamanBerkata Al-Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi, "Kami memohon dan ber-tawajjuh kepada Allah selama 3 malam berturut-turut untuk mengeluarkan Abubakar bin Muhammad Assegaf dari uzlahnya".Setelah keluar dari uzlahnya, beliau ditemani dengan Al-Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi berziarah kepada Al-Imam Al-Habib Alwi bin Muhammad Hasyim ziarah, beliau dengan gurunya itu langsung menuju ke kota Surabaya dan singgah di kediaman Al-Habib Abdullah bin Umar Surabaya pun berbondong-bondong menyambut kedatangan beliau di rumah lama kemudian, Al-Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi berkata kepada khalayak yang ada disana seraya menunjuk kepada Habib Abubakar, "Beliau adalah suatu khazanah daripada khazanah keluarga Ba'alawi. Kami membukakannya untuk kemanfaatan manusia, baik yang khusus maupun yang umum".Semenjak itu Habib Abubakar mulai membuka majlis taklim dan dzikir di kediamannya di kota pun menyambut dakwah beliau dengan begitu beliau tersebar luas, dakwah yang penuh ilmu dan ikhlas, semata-mata mencari majlisnya, beliau setidaknya telah mengkhatamkan kitab Ihya Ulumiddin sebanyak 40 merupakan kebiasaan beliau, setiap kali dikhatamkannya pembacaan kitab tersebut, beliau mengundang jamuan kepada masyarakat kisah ketika Al-Habib Alwy bin Ali bin Muhammad Al-Habsyi Solo, putera Al-Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi Seiwun, penyusun kitab Maulid Simthud Duhror, dan ayah dari Al-Habib Anis bin Alwy bin Ali bin Muhammad Al-Habsyi Solo datang ke Gresik ke kediaman Al-Habib Abu Bakar, Dalam majelis itu lalu dibacakan kumpulan mimpi Habib Alwi bin Abdullah Alaydrus yang tinggal di Pekalongan. Beliau pernah mimpi bertemu Rasulullah SAW. Dalam mimpinya beliau SAW berkata kepadanya,“Jika engkau rindu kepadaku, pandanglah wajah Abubakar bin Muhammad Assegaf sampai ke dagunya.”Kebetulan saat itu Sayyidiy Alwi duduk berhadapan dengan Habib Abubakar. Al-Am Abdulkadir bin Hadi meminta agar Sayyidiy Alwi duduk di samping Habib Abubakar. “Biarkan aku duduk di hadapan Habib Abubakar demi melaksanakan perintah Al-Musthofâ rasulullah saw dalam mimpi tadi,” kata Sayyidiy Abubakar berkata, “Seseorang bertanya kepadaku tentang hâl Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi, gurunya. Aku jawab, Habib Ali bagaikan matahari. Yakni, nur, manfaat dan sikap shidq beliau seperti matahari. Habib Ali telah memberikan manfaat kepada banyak hamba Allah. Setiap hamba memperoleh manfaat dan cahaya beliau Allah meridhoi mereka semua, memberi kita manfaat berkat mereka dan memberi kita karunia mereka, meskipun niat dan amal kita jauh dari niat dan amal mereka. Semoga Allah tidak mengharamkan kita dari kebaikan yang ada di sisi-Nya karena keburukan amal kita.”Abdulkadir bin Umar Maulakhela kemudian melantunkan syair Habib AliSuara nyanyian, menghibur hatidengannya, hilang segala dukaSetelah qoshidah selesai dibawakan, Habib Abubakar bertanya, “Qoshidah siapa itu?” “Qoshidah Habib Ali,” jawab seseorang. Beliau lalu bercerita, “Ketika aku di Hadramaut, Habib Ali memiliki hubungan yang sangat erat denganku. Pernikahanku yang pertama, beliaulah yang menikahkan dan membiayainya. Ketika aku hendak pergi ke Jawa, beliau berkata kepadaku, Jika kau ingin menikah lagi, aku akan menikahkanmu.’ Namun aku tidak mau, beliau lalu mengizinkan aku pergi ke Jawa.”Setelah diam sesaat Habib Abubakar melanjutkan, “Aku tidak berdiri, duduk, atau mengerjakan sesuatu, kecuali atas petunjuk beliau. Dan beliau selalu ada di dekatku.”Habib Abubakar berkata kepada Sayyidiy Alwi, “Kita semua berada dalam keberkahan ayahmu. Saat ini Habib Ali Al-Habsyi bersama kita di tempat ini. Dan setiap hari ia bersamaku di sini.”Di antara ucapan Habib Abubakar, semoga Allah memanjangkan umur beliau, karena ingin menyebut-nyebut nikmat Allah adalah sebagai berikut,“Saat aku sakit, Al-Musthofâ saw datang menjengukku dan aku dalam keadaan sadar yaqodhoh. Aku berpelukan dengan beliau di tempat ini. sambil menunjuk tempat yang biasa beliau duduki Sayidina Al-Faqîh Al-Muqoddam juga pernah datang ke tempat ini setelah sholat Ashar dan aku dalam keadaan jaga. Aku sedang duduk di atas sajadah, tiba-tiba Sayidina Al-Faqîh Al-Muqoddam datang diapit dua orang lain. Salah seorang di antara mereka berkata, “Kenalkah kau orang ini?” katanya seraya menunjuk orang yang di tengah.“Tidak,” jawabku.“Beliau adalah kakekmu, Sayidina Al-Faqîh Al-Muqoddam,” kata orang Allah meridhoi mereka semua dan memberi kita manfaat di dunia dan akhirat berkat Al-Ârifbillâh, Nûruddîn, Imâmul Muttaqîn, Ali bin Muhammad Al-Habsyi dalam kalam beliau berkata,“Ahwâl kaum arifin tidak bisa dijangkau akal manusia. Diperlukan iman dan kepasrahan taslîm untuk mempercayainya. Dan kami mempercayai dan Abu Qasim berkata"Membenarkan pengetahuan kami merupakan kewalian yang kecil"Kami beriman kepada Allah dan segala sesuatu yang datang dari-Nya, dan dari Rasul-Nya saw serta keistimewaan-keistimewaan yang diberikan Allah kepada para wali-Nya. Semoga Allah tidak mengharamkan segala kebaikan yang ada di sisi-Nya karena keburukan kami. Kami hanya dapat berkata, “Ya Allah, tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukannya jalan orang-orang yang dimurkai dan bukan pula jalannya orang-orang yang sesat.”Beliau adalah seorang yang ghirahnya begitu tinggi dalam mengikuti jalan, atribut dan akhlak keluarga dan Salafnya Saadah Bani beliau senantiasa penuh dengan mudzakarah dan irsyad menuju jalan para beliau tak pernah kosong dari pembacaan kitab-kitab mereka. Inilah perhatian beliau untuk tetap menjaga thoriqah salafnya dan berusaha berjalan diatas... qadaman ala qadamin bi jiddin auza' yang beliau lakukan semasa hayatnya, mengajak manusia kepada kebesaran demi waktu berganti, sampai kepada suatu waktu dimana Allah memanggilnya. Disaat terakhir dari akhir hayatnya, beliau melakukan puasa selama 15 hari, dan setelah itu beliau pun menghadap ke haribaan wafat pada tahun 1376 H pada usia 91 tahun. Jasad beliau disemayamkan di sebelah masjid Jami, Gresik. Nama lengkapnya Habib Abu Bakar bin Assegaf bin Abu Bakar Bin Muhammad bin Umar Assegaff. Beliau adalah masih keturunan Habib Abu Bakar Assegaf salah seorang waliyullah yang makamnya ada di masjid Jami’ Gresik. Namanya dikenal dengan sebutan Habib Bakar. Beliau merupakan cucu dari Habib Abu Bakar Assegaf dari Gresik. Orangnya sudah tua dan seringkali tidak memakai baju dan hanya memakai sarung saja. Orang kalau tidak mengenali beliau maka akan menganggap sebagai orang gelandangan. Namun bagi mereka yang tahu bahwa Habib Bakar merupakan salah seorang waliyullah Jaddab atau Majedub. Demikian orang-orang di Gresik menjuluki pria bertelanjang dada, berjenggot putih dan berkopyah ini. Dan orang-orang yang pernah bersentuhan dengan beliau mulai merindukan kehadiran dan berusaha mencarinya. Apa keistimewaannya? Berikut informasi sosok Habib Bakar yang dihimpun dari beberapa sumber ”Subhanallah..!! ini lah seorang Waliyullah Jaddab/Majedub yang sampai saat ini masih hidup di Jawa Timur dan namanya di masturkan tutup.. WAQILA Air kencingnya Berbau Wangi, masuk sumur langsung hilang tinggal sarungnya. Dan ketemu di makam kakeknya sedang memeluk Nisan… Dan puluhan keanehannya selalu membawa BERKAH…. Cucu Wali Quthub Habib Abu Bakar Assegaf Gresik ini, yang sudah 15 tahun di dalam kamar tanpa makan dan minum sedikitpun..” Ujar Efendi ketika membagikan gambar Habib Bakar diatas pada tanggal 29 Desember 2015. “Dulu aku sering ketemu di Kantor Maarif Cab. Gresik, beliau sering main layang-layang ke kantor. saat itu almarhum P Anwar Rimin seneng kalo malem ngrewangi melekan” ujar akun Mas Bro. “Alhamdulillah saya udah pernah ketemu beliau sama persis dengan foto tersebut acara di Polres Gresik” ujar Burhan Syarif Syarif. ”Ingat masa kecil ketika Habib Bakar masih sering mampir-mampir di warkop…” kata Didik Kuswantoro. “Nek mangan ngombe sih sik iyo, tapi mek sak cokotan titik. Sing dipangan sing gak bernyawa. Dulu suka tuker sarungku dan suka klambiku. Koyok ngono wis ket jaman SD kiro-kiro taon 1976, nek Jum’atan ndik masjid Jami’ muter njero masjid ” pengalaman dari Moh Hamzah. “Dulu sering mampir di terminal Gubernur Suryo & warkop malah suka kalo Habib mampir” terang Rhama. “Subhanallah ini fakta saya dulu sopir angkot waktu itu beliau pernah ikut naik angkot saya muter-muter kota Gresik dan duduk didepan cuman pakek sarung tanpa baju beliau saya kasih satu bungkus rokok tidak mau hanya di ambil 3 batang 2 di tarok telinga kanan kiri 1 di hisap beliau tidak mau apa-apa lagi Subhanallah tanpa aku sadari penumpang begitu banyak turun naik-turun naik padahal waktu itu mobil angkot lain sepi gak ada penumpang tapi saya tau beliau itu waliyullah yang selalu membawa berkah rezeki semoga beliau selalu di sayangi Allah….. aamiin3x” ujar Rohman informasi dari Bachtiar Ryawan saat ini posisi Habib Bakar tinggal di Nganjuk sebagaimana keinginan beliau sehingga mengapa beliau saat ini jarang sekali terlihat di Gresik kecuali ada haul kakeknya Haul Habib Abu Bakar Assegaf. “Habib Bakar tetap tinggal di Nganjuk….itu sudah tugas beliau menetap disana….kalau di Gresik tetap dipegang Habib Husein atau lebih dikenal dengan sebutan Habib Potlot…..” terang Bachtiar. Kumpulan Karomah Habib BakarBagi warga Gresik tentu tidak asing dengan nama Habib Bakar. Habib Abu Bakar bin Assegaf, Waliyullah asal Gresik yang sekarang tinggal PP Sabilul Muttaqin Baron Nganjuk ini meninggalkan banyak memori. Banyak kesaksian warga Gresik mengenai karomah beliau. Berikut kesaksian warga Gresik yang pernah mengetahui keseharian beliaunya"Beliau memang seorang yang majdub.. kebiasaannya yang sering di luar nalar manusia biasa menandakan saking cintanya beliau kepada Allah hingga sampai melupakan dunia yang tiada artinya" tutur Mamiek Prakoso."Habib pernah di ajak satu mobil untuk mengantar saudaranya mau melahirkan dan dalam perjalanan ada yang minta sebuah nama untuk si jabang bayi dan Habib bilang kasih nama bayinya Fatimah. Semuanya di mobil bingung karena selama USG bayi adalah laki-laki dan benar apa kata Habib ternyata bayi yang lahir adalah perempuan. Subhanallah"… tutur Iwan Ciss"Beliau koramahnya luar biasa & saya salah satu saksi hidup karomah beliau… Semoga diberi kesehatan oleh ALLAH ya Habib…" tutur Hendry Wibisono"Tahun 1995 pas musim hujan, Habib Abu Bakar main ke rumah, di kasih ibu tape ternyata tape tersebut di ecer-ecer di semua kursi ruang tamuku, sampai semua bingung, ini gimana kalo njemur, panas aja gak pernah ada uda hampir 10 hari tanpa panas.. Ternyta ALHAMDULILLAH dengan tidak di sangka pagi di cuci panas sampai 3 hari. Akhirnya kursi ibuku bersih dan kering. Setelah kering langsung hujan lagi. SUBHANALLAH" tutur Mohammad Fauzan "Habib Bakar itu posisinya gak bisa di pastiin, beliau sering pindah-pindah bahkan dalam 1 hari ia bisa ada di 2 kota kok, tapi aku yakin kalau malam ia sering di Gresik…" tutur Bony Wayuda"Eleng jaman SD.. Ben ketemu pasti sebah cium tangan.. Tanpa sepatah katapun keluar dari lisan beliau.." tutur Ilyas Al Ghazali"Iling jaman sekolah dulu naik len dari Pangsud ketemu di depan gaden Habib Syeh jalan kaki sesampai di pasar ketemu dia lagi. Padahal waktu itu len yang aku tumpangi ga pakai berhenti. Karomahnya luar biasa. Assalamu’alaikum syeh. aku rindu padamu" tutur Moh Syaiful Fathoni "Sing ga habis pikir waktu tidur dirumahe temenku Sukodono.. malam masuk rumah terus dikunci pemiliknya pas Subuh dia sudah keluar padahal didalam rumah masih terkunci.. wkkk.. ancen kelakuane syeh bikin pucing pala beby… tapi katanya temenku itu sudah biasa.. wkkk saktiiii tenan.." tutur Moh Syaiful Fathoni"Banyak kisah, cerita unik menaungi beliau yang terkadang diluar nalar, tapi dengan seizin Allah semua bisa saja menjadi kenyataan". tutur Warsito Elem"Waktu SMA pulang sekolah sering kaget beliau sering masuk rumahku duduk dikamarku, sama abahku selalu digantiin sarungnya dikasih rokok dan kopi. Semoga Allah selalu kasih kesehatan buatmu bib" tutur Nisfatin Saichu"Jadi keingat masa kecilku dulu sarungku banyak bekas latu rokoknya Habib karena pernah nginap di rumah selama 1 minggu gara-gara di ajak alm. Kyai Jawawi. Terus pernah ngobatin tetanggaku gara-gara menghina Habib di pikir orang tidak waras" tutur Muhammad MujiMeskipun beliau sekarang tinggal di Nganjuk namun seringkali terlihat pula di Gresik. Koleksi Foto Al Habib Bakar Bin Abu Bakar Assegaf Menambah wawasan dan pengetahuan seputar dunia Sufi. Silahkan kunjungi Ensiklopedia Sufi Nusantara, klik SUFIPEDIA

cucu habib abu bakar assegaf gresik