JenisSastra Lisan Lampung. A. Effendi Sanusi (1996) membagi sastra lisan Lampung menjadi lima jenis: peribahasa, teka-teki, mantra, puisi, dan cerita rakyat. Sesikun/Sekiman (Peribahasa) Sesikun/Sekiman adalah jenis sastra yang menggunakan bahasa kiasan, atau tidak bermakna harfiah. Fungsinya beragam, mulai dari alat pemberi nasihat, motivasi Bermainteka-teki juga dipercaya dapat meningkatkan kemampuan fokus dan konsetrasi. Terdapat idiom umum yang berbunyi, ayam berkokok, harimau mengaum, kambing mengembik. Hal ini berkenaan dengan kelebihan yang dikaruniakan Tuhan Yang Maha Esa kepada manusia untuk dapat mengungkapkan perasaannya dalam berbagai bahasa yang berbeda-beda. 31contoh teka-teki bahasa lampung/ teteduhan/ sekiman/ seganing Label: AKSARA , BAHASA , BUDAYA , SASTRA , SD , SMA , SMP , UMUM , UNIVERSITAS 1) Batang burak setetosan. MateriPembelajaran/ Kompetensi Dasar DESA ORANG LAMPUNG Mendengarkan Memahami istilah pada ranah kata yang digunakan sehari-hari dalam pola kalimat sederhana Berbicara Memahami bentuk perbincangan dalam bidang pergaulan berupa teka-teki Membaca Membaca dalam hati tentang wacana persuasi berdasarkan fakta budaya Lampung berdasarkan nilai pendidikan Menulis Memahami cara menulis karangan Mendengarkan Mengenal ragam bahasa Lampung serta memahami bentuk ragam bahasa adat budaya Tekateki adalah soal yang dikemukakan secara samar-samar,biasanya untuk permainan atau untuk melatih daya talar. Dalam kehidupan etnik lampung, teka-teki disebut dengan istilah seganing dan ada juga yang menamakan teteduhan. Kegiatan berteka-teki umumnya dilakukan oleh anak-anak atau muda-mudi. Bt3JEK. - Teteduhan teka-teki Dalam Bahasa Lampung. Bermain teka-teki memang sangat menyenangkan, selain membuat kita penasaran, teka-teki juga dapat mengasah otak dan memberikan kita wawasan pada hal-hal yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya. Teka-teki dalam bahasa Lampung biasa disebut dengan teteduhan. Bermain teteduhan atau teka-teki dalam bahasa Lampung selain menyenagkan juga dapat membantu kita dalam mempelajari bahasa lampung itu sendiri. berikut adalah beberapa contoh teteduhan atau teka-teki dalam bahasa teka-teki Dalam Bahasa Lampung1. mengan sekali betong betahun-tahun = makan sekali kenyang bertahun-tahun Jawab Battal / bantal 2. mengan ’jak banguk, mising anjak sapping = makan dari mulut, buang air besar dari samping Jawab Gilingan paghi / gilingan padi 3. Lessung api sai buyuk ambauni = lesung apa yang busuk baunya Jawab lesung tahi kumbang tahi 4. Paling api sai mak pasti = paling apa yang tidak pasti Jawab paling-paling 5. Api geghal gedung pok Unila = apa nama gedung di Unila Jawab Gedung Meneng 6. Kik ia mengan ia ngeluwahko tunkkok = jika dia makan dia mengeluarkan tongkat. Jawab aliwawak / kupu-kupu 7. Culik api sai mak setemonni = towel apa yang tidak sebenarnya Jawab culik ambau tidak sungguh-sungguh . 8. Kebok ghangok bulu tungga bulu tambah munni tambah bangik= tutup pintu bulu bertemu bulu tambah lama tambah enak. Jawab Pedom / tidur 9. Bangong tebukak kenahan isi mak ngedok tulan, kughuk lubang ghasani bangik nihan = waktu terbuka keliatan isi tidak ada tulang, masuk lubang rasanya enak sekali. Jawab mengan putti = makan pisang. 10. mata api sai wat sai biji = mata apa yang ada satu biji Jawab mataghani / matahari 11. Mengan ’jak mata mising ghang mata = makan dari mata buang air besar dari mata Jawab Pen wai / Pen cair 12. Mummis mak di juk gula, ngedok bawak ghua lapis, ia keghas layin baja, dipakai lamon guna = manis tidak diberi gula, ada kulit dua lapis, dia keras bukan baja, dipakai banyak guna. Jawab wai kelapa / air kelapa. 13. bakakni di lambung/unggak, bulungni di bah = akarnya di atas, daunnya di bawah Jawab Kelambu gattung / kelambu gantung Demikianlah sedikit contoh teteduhan atau teka-teki dalam bahasa Lampung yang dapat kami berikan. kamu punya teka-teki lainnya? Ayo kita bermain, silahkan tuliskan di kotak komentar dibawah ini Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai Teteduhan teka-teki Dalam Bahasa Lampung. Semoga bermanfaat bagi Anda, jangan lupa baca juga artikel terkait lainnya dibawah ini. Sakiman atau teteduhan artinya teka-teki dalam bahasa Lampung. Teka teki itu berupa pertanyaan, isinya atau jawabannya hanya diketahui penanya dan diketahui pihak lain setelah diberitahukan oleh sering digunakan anak-anak mengisi waktu senggang dalam bermain atau bergaul dengan kawan-kawan. Teka teki ini sering dipergunakan bujang gadis melengkapi acara muda mudi. Berikut ini beberapa contoh teka-teki bahasa Lampung dialeg A Anak ni diumbankon, Induk ni dibabai Anaknya dibuang, ibunya digendongJawab Panah Paneh Anak ni diilik ilik, Hulun tuhani dipusau Anaknya dinjak-injak, orangtuanya dielus-elusJawab Tangga tangga Anak ni midogh midogh, Induk ni nunggu Anaknya jalan-jalan, Ibunya nungguJawab Gembok Kuccei Anak ni lijung secepot guntogh, Induk ni dipusau-pusau Jawab Menembak Nimbak Bebai tuha tiak besughak Perempuan tua jatuh bersorakJawab Belarak. Bebai tuha ngayam dilom wai Perempuan tua menganyam dalam airJawab Kerak Cepuput layen sujud, Ya mejong ngakoh akoh, Kik dunia ghibut ya macoh-macoh Berjongkok bukan sujud, dia duduk santai, kalau didua dia bersahutanJawab Katak. Diputil ya ayin kembang, dibabai ya ayin sanak dipetik bukan bunga, Digendong bukan anak Jawab Gitar Ditaghik ya tughun, diulugh ya cakak ditarik dia turun, diulur dia naik Jawab Gelembungan balon Banguk tehalu banguk, Pungu ngayau ngayau, Dipok hiyon bangik temon Mulut bertemu mulut, tangan meraba-raba, ditempat sepi enak benarJawab Niup seruling. Ki haga digunako ya diumban, ki mak ngedok guna ya diakuk Kalau mau digunakan dibuang, tapi kalau tidak digunakan diambilJawab Jangkar Lapahni injing-injing, digok-digok, mak cawa, Wat hulu mak becuping Jalannya jingkrak-jingkrak, geleng-geleng, tidak berkata, ada kepala tidak bertelingaJawab Gasing Ungkah Lamun ingok ya makdiusung, Lamun mak ingok ya diusung Kalau ingat tidak dibawa, kalau tidak ingat dibawa Jawab Rumput malu Jukuk malu Makni menong, Anakni Ngelumpat-lumpat dibetong makni Ibunya diam, anaknya melompat-lompat diperut ibunyaJawab Lesung Lesung Ghatongni jak banguk, luwahni jak banguk munih Datang dari mulut, keluar dari mulut jugaJawab Pena Pina Ngedok henak ayin hiwa, Wat payung ayin ghaja Ada sisik bukan ikan, Ada payung bukan raja Jawab Nanas Nenas Pangkalni basoh, Ujungni ngedok apui Pangkalnya basah, Ujungnya ada apiJawab Rokok Udut Sai dilambun sai dibah, Mata kelap-kelip, Cakak chegoh cakak chegoh Satu diatas satu dibawah, Mata kerlapkerlip naik turun naik turun Jawab Menggergaji Ngegergaji Sok kisok sok kisok, Cigh luah wai handak Sek esek sek esek, Keluar cairan putihJawab Mencuci beras Ngebasuh biyas Mengan sekali, Betong betahun-tahun Makan sekali, Kenyang bertahun-tahun Jawab Bantal Battal Mengan jak ghango, Mising anjak sapping Makan dari mulut, Buang air besar dari sampingJawab Gilingan padi Gilingan paghei Lessung api sai buyuk ambauni Lesung apa yang busuk baunyaJawab Lesung tahi Kumbang tahi Kik ia mengan Ia ngeluwahko tunkkok Jika dia makan Dia mengeluarkan tongkat Jawab Kupu-kupu Aliwawak Culik api sai mak setemonni Towel apa yang tidak sebenarnyaJawab Culik ambau Tidak sungguh-sungguh . Kebok ghangok, Bulu tungga bulu, Tambah munni tambah bangik Tutup pintu Bulu bertemu bulu Tambah lama tambah enakJawab tidur Pedom Bangong tebukak kenahan isi mak ngedok tulan, kughuk lubang ghasani bangik nihan waktu terbuka keliatan isi tidak ada tulang, masuk lubang rasanya enak sekali Jawab Makan pisang Mengan putti Mata api sai wat sai biji Mata apa yang ada satu bijiJawab Matahari Mataghani Mengan ’jak mata mising ghang mata Makan dari mata buang air besar dari mataJawab Pen cair Pen wai Mummis mak di juk gula, ngedok bawak ghua lapis, ia keghas layin baja, dipakai lamon guna Manis tidak diberi gula, ada kulit dua lapis, dia keras bukan baja, dipakai banyak gunaJawab Air kelapa Wai kelapa Bakakni di lambung/unggak, bulungni di dah Akarnya di atas, daunnya di bawahJawab Kelambu gantung Kelambu gattung Teka-teki Bahasa Lampung selain menyenangkan, membuat penasaran, mengasah otak, memberikan wawasan dan membantu mempelajari bahasa Lampung.

teka teki dalam bahasa lampung